Tanjung Satai (23/04/2013). Beberapa kriteria
digunakan untuk menetapkan pembangunan hutan desa di pulau maya, antara lain :
1. Ditinjau dari letak geografisnya
Pulau Maya merupakan salah satu kepulauan yang berada di pesisir selatan
Kalimantan Barat tepatnya di Kabupaten Kayong Utara dengan letak geografis pada
109O23'06" - 109O46'53" BT dan 0O58'20"
LU.
2. Ditinjaau dari kondisi fisik wilayahnya
Luas total pulau maya + 99.217,138 Ha atau sekitar 992.17 KM2. Secara
sederhana daratan di pulau maya jenisnya rawa yang digenangi air asin (hutan
mangrove), sedikit bebatuan dan mayoritasnya berupa rawa gambut.
3. Ditinjau dari eratnya relasi masyarakatnya dengan alam
Sebagai masyarakat yang hidup di pulau, alam menjadi topangan utama.
Hutan mangrove bagi masyarakat sangatlah berguna untuk mempertahankan diri dari
ancaman abrasi yang diakibatkan oleh gelombang ombak air laut, serta sebagai
tempat untuk mendapatkan sumber penghidupan ekonomi bagi nelayan. Sumber mata
air yang mengalir melalui sungai-sungai di wilayah tersebut menjadi urat nadi
kehidupan, karena hutan primer yang berada di teengah pulau sebagai penjaga
sirkulasi air. Hutan juga menjadi sumber mata pencaharian masyarakat untuk
memanfaatkan kayu dan non kayu (rotan, madu dan lainnya) untuk memenuhi
kebutuhan desa (pemukiman).
4. Ditinjau dari keterisolasian wilayah
Desa-desa di wilayaah pulau maya masyarakatnya hidup dalam
keterisolasian, hal ini bisa dilihat untuk menjangkau Desa-Desa di wilayah tersebut secara umum ada
dua rute yang biasa digunakan masyarakat yaitu rute Sukadana-Tanjung Satai
waktu tempuh 2-3 jam dengan naik motor air (klotok) dan rute Teluk Batang (Desa
Mas Bangun-Dusun Besar waktu tempuh 4-5 jam waktu normal.
5. Ditinjau dari keadaan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat.
Jumlah penduduk yang hidup di pulau maya sebesar 13.546 jiwa, dengan
menggantungkan hidup sebagai petani dan nelayan. sebagaimana kita ketahui bahwa
sektor pertanian dan nelayan kondisinya sangat dipengaruhi kualitas dan
sumberdaya alam. Kemiskinan menjadi problem utama bagi masyarakat desa karena
jumlah keluarga miskin di Pulau Maya mencapai 92,46%, maka menjadi penting
untuk mengatur keadilan akan sumber daya alam dan menjaga kualitas dan
keberlanjutan alam sekitarnnya.
(Mul Alka)
sumber : Lembaga Gemawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar